Inikah Alasan Kenapa Istrimu Cerewet CINTAI dan SYUKURILAH! Tak selamanya cerewet itu jelek. Tidak selalu cerewet itu menyebalkan, menjengkelkan, mengesalkan, ataupun dampak buruk lainnya. Dalam banyak keadaan, kecerewetan istri amatlah bermanfaat. Kelak akan Anda sadari, di dalam kecerewetan istri, terdapat kebaikan yang banyak.
Tak
selamanya cerewet itu jelek. Tidak selalu cerewet itu menyebalkan,
menjengkelkan, mengesalkan, ataupun dampak buruk lainnya. Dalam banyak
keadaan, kecerewetan istri amatlah bermanfaat. Kelak akan Anda sadari,
di dalam kecerewetan istri, terdapat kebaikan yang banyak.
Ketika
Subuh belum menyapa sebab fajar belum masanya tiba, kecerewetan istri
mungkin saja akan mengganggu waktu rehat Anda. Padahal, hari itu Anda
lembur dan baru pejamkan mata empat atau lima jam yang lalu. Lalu dengan
polos dan tanpa merasa berdosa, istri Anda mulai membisiki telinga,
meyentuh kulit, dan sedikit menggoyangkan badan Anda dengan kalimat yang
tak dikehendaki nafsu, “Mas, ayo bangun… Cepetan sayang… Sebentar lagi
subuh…”
Dan,
ketika Anda menarik selimut serta membenarkan bantal, tiba-tiba ia
datang seraya memercikan air ke wajah Anda dengan gaya khasnya yang
lembut, mengikuti saran sang Nabi pilihan umat. Agar, kalian berdua
senantiasa diberkahi.
Lalu
ketika Anda mulai mengumpulkan nyawa seraya duduk di tepi ranjang,
rupanya kecerewetannya belum berhenti. Ia pun membimbing seraya menarik
mesra badan Anda, kemudian menuntun agar Anda bergegas ke kamar mandi,
mengambil air wudhu.
Setelahnya,
ketika Anda sudah berhasil lari dari jeratan setan lantaran kecerewetan
perkataan dan perbuatan istri Anda di pagi yang belum melek itu, saat
Anda hendak beranjak kembali ke ranjang melanjutkan tidur setelah
dirikan rakaat Tahajjud secukupnya, percayalah bahwa kecerewetan itu
tidak akan berhenti, bahkan akan senantiasa bertambah.
“Mas,
kok tidur lagi?” ujarnya seraya mendekat, “Sudah mau adzan tuh.”
Kemudian dengan sedikit gelayutan manja di bahu yang padanya didapati
ketenangan sandaran, ia mengatakan sembari daratkan kecupan hangat penuh
kemesraan di kening Anda, “Sana berangkat ke masjid.”
“Iya sayang… Baru juga adzan.” Jawab Anda setengah hati.
Saat
mendengar jawaban ngeles yang Anda sampaikan itu, bersiaplah untuk
mendengarkan ceramah sebelum Subuh yang penuh dengan tekanan dan
ekspresi sepenuh hatinya, “Sayang… Datang lebih awal itu lebih baik…
Biar dapat unta merah…”
“Iya, iya, sebentar. Mau merem. Sebentar aja kok.”
Ketika
Anda belum menutup mulut, percayalah bahwa materi ceramahnya akan
semakin bertambah, dan kali ini cukup membuat Anda bergegas menyambangi
suara adzan Subuh yang menentramkan itu, “Mas.. Cepetan berangkat… Sudah
ditungguin bidadari tuh…”
“Ah,” kilah Anda sembari membenarkan posisinya, “masih juga di dunia.”
“Ya udah deh…” lanjut istri Anda dengan kecerewetannya, “Nanti ditambahin bidadari dunia deh…”
Maka
siap-siaplah, tepat ketika Anda bergegas setelah mendengar motivasi
terakhir itu, sepulangnya dari masjid tidak ada lagi kopi hangat yang
biasa menemani waktu santai Anda di pagi yang berkah itu.
Karenanya, percayalah; sayangi dan cintai kecerewetan istri Anda, sebab di dalamnya terdapat kebaikan yang amat banyak.
Baca juga :
